Profil Masyarakat Desa Bendungan
Masyarakat Desa Bendungan merupakan komunitas agraris yang memiliki budaya gotong royong dan nilai-nilai kekeluargaan yang masih kuat. Sebagian besar penduduk desa ini bekerja di sektor pertanian, terutama sebagai petani padi. Hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis desa yang berada di dataran rendah dengan sistem irigasi yang cukup memadai, sehingga mendukung aktivitas pertanian secara intensif.
Penduduk Desa Bendungan terdiri dari beragam kelompok usia, dengan dominasi usia produktif (15–64 tahun) yang aktif dalam berbagai sektor ekonomi dan sosial. Sektor pertanian menjadi tumpuan utama mata pencaharian, namun sebagian masyarakat juga bekerja sebagai buruh pabrik, pedagang kecil, pengusaha mikro, serta buruh harian di sektor informal lainnya. Kalangan perempuan umumnya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi banyak juga yang turut membantu ekonomi keluarga melalui usaha kecil-kecilan seperti berdagang di pasar, menjahit, atau berjualan makanan ringan.
Dalam bidang pendidikan, tingkat pendidikan masyarakat masih cukup bervariasi. Mayoritas penduduk telah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, meskipun angka kelulusan jenjang pendidikan tinggi masih terbatas. Namun demikian, kesadaran akan pentingnya pendidikan terus meningkat, terbukti dari tingginya partisipasi anak-anak desa dalam mengikuti pendidikan formal hingga tingkat SMA dan sederajat. Pemerintah desa bersama lembaga pendidikan dan masyarakat aktif mendorong program peningkatan kualitas SDM melalui kegiatan pelatihan, sosialisasi, dan pembinaan pemuda.
Secara sosial, masyarakat Desa Bendungan dikenal aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Kegiatan gotong royong masih menjadi budaya yang dipertahankan, baik dalam membangun fasilitas umum maupun membantu warga yang membutuhkan. Organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna cukup aktif dalam menggerakkan kegiatan sosial, olahraga, dan kreativitas generasi muda. Sementara itu, kelompok ibu-ibu PKK dan dasawisma juga terlibat dalam program kesehatan, pendidikan anak, dan ketahanan pangan keluarga.
Dari segi keagamaan, masyarakat Desa Bendungan mayoritas beragama Islam dan menjadikan masjid serta mushala sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Kegiatan pengajian, peringatan hari besar Islam, serta pendidikan agama anak-anak (TPA/TPQ) berjalan rutin dan mendapat dukungan penuh dari warga.
Masyarakat Desa Bendungan juga menunjukkan semangat partisipatif dalam pembangunan desa. Meski masih ada tantangan seperti keterbatasan akses informasi, tingkat ekonomi yang belum merata, serta keterbatasan lapangan pekerjaan, namun antusiasme warga dalam mendukung program-program desa cukup tinggi. Hal ini menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.